Veteran Pop Punk Semarang, Pyong Pyong Resmi Rilis Boxset 'Pigza'

  • By: NND
  • Rabu, 17 July 2019
  • 593 Views
  • 4 Likes
  • 2 Shares

Bergema dari Semarang, Pyong Pyong bukanlah band kemarin sore. Mereka telah melewati dari panggung ke panggung selama 20 tahun. Mereka telah merombak komposisi, dari literasi hingga para personil, dan bereksperimen di dapur rekaman hingga menghasilkan empat album.

Adit (bass/vokal), founder sekaligus frontman berhasil menemukan komposisi segar dan menciptakan menu baru untuk Pyong Pyong. Hasilnya adalah box set Piqza--pembadanan dari transformasi musik mereka setelah dua dekade aktif di kancah independen Indonesia.

"Hidangan" anyar tersebut bermuara dari pengalaman keseharian yang dikemas dengan perasaan dan diolah bersama dua personil terbaru, yaitu Bayu (drum) dan Pandu (gitar).

Pigza adalah paket lengkap berupa 5 buah trek yang tersaji dalam sebuah flashdisk. Berisi video klip “Kurang Piknik”, film Bagong sebagai sentuhan tradisional Indonesia, t-shirt, serta pick gitar dan gantungan kunci berbentuk stick drum menambah kerenyahan rilisan ini.

Pada dasarnya, box set ini mewakili perjalanan 20 tahun mereka dalam bermusik. Piqza dapat disantap dengan merogoh Rp 225 ribu.

"Komposisi Pigza sendiri terbentuk dari beberapa campuran bahan utama yang unik, seperti 04:45/sendok teh 'MEREKA', hasil dari rendaman kepahitan selama dua dasawarsa yang dibalut oleh sepaket cacian dan makian akan sebuah proses; 04:49/sendok makan 'KURANG PIKNIK', yang syarat akan citarasa asam dari kisah seorang teman sebagai perkerja kantoran. 

(Berikutnya) 03:44/kepal 'KAMI INGIN DAMAI', bentuk kolaborasi bumbu rahasia hasil olahan bersama Memet vokalis dari Ras Gokil asal kota Yogyakarta tentang situasi yang kini tengah terjadi di lingkungan social; 02:31/ gram 'ANUGERAH YANG TERINDAH PERNAH KUMILIKI'; dan 03:11/ons 'JIKA' (hasil eksperimen cita rasa manis dan dinamis ala Hi-Standard asal Jepang)," papar Pyong Pyong.

Tidak sampai disitu, tambahan Chef Adit bersama kawan-kawan juga menghadirkan sajian penutup berupa minus-one lagu “JIKA” agar dapat dinikmati bersama-sama. Tampaknya, tema hidangan betul-betul mereka peluk dengan total, dengarkan salah satu lagu mereka, "Kurang Piknik", melalui video di bawah ini:



    1 Comments
  • Yumna37
    • Yumna37
    • 1 months ago
    saya belum pernah denger band ini sihh, kurang tertarik dengan pop punk

Latest News