Indische Party: Inside Story of Abbey Road

  • By: Japs Shadiq
  • Kamis, 13 September 2018
  • 1108 Views
  • 0 Likes
  • 5 Shares

September 2018 ini, film dokumenter pendek yang merangkum perjalanan singkat kami di Abbey Road Studio bakal dirilis di kanal Youtube Indische Party. Di film ini, segala proses mulai dari latihan di Jakarta, keberangkatan, proses rekaman bakal bisa saksikan selengkap-lengkapnya.

Diiringi narasi dari keempat personel Indische party yang menceritakan pengalaman dan kesan yang dialami masing- masing. Apabila kalian belum pernah atau jarang denger suara Kubil, nah di film ini doi buka suara, haha.

***

Keberangkatan Indische Party ke Abbey Road studio 2015 lalu adalah sebuah major twist dalam perjalanan bermusik kami. Dua tahun setelah dirilisnya debut album pertama Indische Party (self titled, 2013) yang boleh dibilang sebuah album dengan sound lo-fi yang pada akhirnya menjadi bagian dari konsep, walaupun sebetulnya menyesuaikan situasi yang penuh keterbatasan pada momen itu.

Di tengah proses rekaman album kedua, Analog (2016), yang diproduseri oleh David Tarigan, Indische Party sedang dilanda krisis manajerial, di saat itu gue sedang bekerja di sebuah situs musik yang mempertemukan gue dengan Ben Mukti, melihat kapasitas dan karakter Ben, gue dapuklah Ben jadi manager Indische Party, ngobrol visi misi singkat, jabat tangan, deal, mulai saat itu Ben mulai handle segala strategi termasuk medsos Indische Party, pada saat itu akun Instagram aja kita belum punya. Bayangkan betapa tertinggalnya kami dari peradaban.

Beberapa saat sebelum proses album Analog dimulai, pertemuan gue dengan John Navid waktu di sebuah shooting berlanjut menjadi kolaborasi John dalam sebuah track di album Analog, beliau juga yang berjasa menghubungkan Tika dengan Harry’s Drum craft yang drumnya kami pergunakan dalam album Analog. Beberapa waktu setelah rekaman instrumen glockenspiel pada track “(Babe) You Got a Hold on Me Somehow”, John Navid melalui DM Instagram ngasih tautan Converse Rubber Tracks.

“Coba deh nih, kayaknya bisa,” ujarnya. Gue lempar lah wacana itu di grup Whatsapp Indische Party, minta tolong Ben buat apply kontes itu.  Malam itu juga Ben mendaftarkan Indische Party. Beberapa minggu berselang, diumumkan lewat email bahwa Indische Party menang, kami girang bukan kepalang.

Demikian latar belakang singkat dan beberapa nama yang cukup punya andil dalam keberangkatan kami.  Turut sertanya David Tarigan juga bukanlah sebuah kebetulan belaka. Pada awalnya hanya member yang diperbolehkan berangkat, permintaan kami untuk membawa additional keyboardist kami (Mas mo) dipenuhi. Sayangnya Mas mo berhalangan ikut, David Tarigan lah yang paling tepat menggantikan posisinya menjadi produser untuk rekaman disana.

20 September 2015, Indische Party mendarat di bandara Heathrow London. Di sana kami langsung menuju hotel, setelah penerbangan 16 jam di pesawat kami langsung bertumbangan. Fajar tiba, kami pun terbangun, melihat sekeliling area hotel di Adamson Road yang terletak tidak begitu jauh dari Abbey Road Studio. Konon katanya sosok Paul McCartney seringkali terlihat di area ini pagi hari sedang jogging. Sayang sekali kita gak pernah ketemu.

Waktu menunjukkan sudah pukul 10, sebelum berangkat ke studio kami berdoa menghaturkan syukur dan agar dilancarkan proses rekaman ini. Tibalah kami ke studio Abbey Road. Kita maunya melakukan foto mandatory  di zebra cross pas di depan studio, tetapi turis Beatles yang tak kunjung surut antri berfoto tidak memungkinkan kami untuk sempat berfoto dengan proper di zebra cross. Tapi tak mengapa, justru sebagai tamu studio kami diperbolehkan berfoto tepat di teras Abbey Road Studio, di depan pintu masuk.

Masuk lah kita ke studio, disambut hangat oleh Fiona, perwakilan dari Converse Rubber Tracks yang memperkenalkan kami dengan Allan O’connell, sound engineer yang akan memandu kita dalam rekaman ini dengan partnernya Paul. Studio 2 Abbey Road terletak di bawah tanah, ruangannya besar dengan langit-langit yang menjulang. Nampak semua instrumen legendaris di dalamnya, salah satunya adalah piano yang di pergunakan The Beatles untuk track “Lady Madonna”.  Pas dimainin suaranya langsung bikin merinding, kami semua terperangah saking excited-nya, cuma Kubil yang ekspresinya tetap datar sambil sesekali nyeletuk, “Gile juga yee.”

Proses berikutnya adalah sound check, memilih beberapa instrumen yang Allan sudah sediakan untuk kebutuhan rekaman kami. Setelah mendapat sound yang cocok, setelah makan siang kita mulai take rhythm section untuk lagu “On Vacation”. Tidak butuh waktu lama untuk memilah hasil yang terbaik.  Lanjut track berikutnya, “Kubutuh Poundsterling”, di sela-sela take, terlihat sosok pejabat di ruang control, menggunakan setelan jas. Ternyata beliau adalah dubes RI untuk Inggris pada saat itu, pak Hamzah Thayeb. Kunjungannya sebagai bentuk dukungan dan memberi ucapan selamat pada kami, selain itu memang beliau juga penggemar The Beatles dan belum pernah masuk ke studio Abbey Road. Selepas kepergiannya, kami memanfaatkan waktu shift yang tersisa untuk overdub gitar dan harmonika, untuk vocal rencana akan diambil keesokan harinya karena David melihat gue masih kondisi jetlag dan mulai ngantuk.

Keesokan harinya (22 September 2015), di hotel dan sekitarnya kami mulai shooting untuk video klip “On Vacation”, Tanpa guide musik karena memang lagunya sendiri belum selesai direkam. Dengan segala spontanitas dan improvisasi semua shot ngarang di tempat bikin shooting jadi fun dan seru. David Tarigan acapkali jadi fotografer dan kameramen dadakan.

Menjelang siang kami meluncur kembali ke studiuo, hari terakhir yang mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sampai di sana Allan O’Connel nampaknya sudah mulai ngulik hasil take kemarin. Sentuhannya memang ajaib, Lanjutlah gue take vokal untuk dua lagu, beberapa kali take lalu giliran Jacob dan Tika membagi peran backing vocal. Rampung sudah semua rekaman sebelum makan siang, selanjutnya sisa waktu dipergunakan untuk mixing. Sepanjang Allan mixing, kita jalan-jalan di depan, nongkrong di depan studio mantau-mantau turis Beatles yang foto –foto.

Akhirnya mixing selesai, kami terpukau sendiri mendengar hasil rekaman dua lagu itu, seperti setengah nggak percaya, apa iya ini Indische Party? kok keren juga ya, haha. Hingga beberapa malam terakhir di London, ketika semua sudah tidur pulas, gue keluar merokok sambil repeat hasil mixdown “On Vacation” dan “Kubutuh Poundsterling”. Berkhayal mungkin nggak ya suatu hari balik lagi ke Abbey Road, rekaman satu album penuh.

Tepat 3 tahun berselang, 20 September 2018 film dokumenter mini Indische Party, Inside Story of Abbey Road dirilis penuh. Dalam film inilah segala perjalanan singkat tetapi penuh kesan Indische Party di dalam studio paling legendaris di dunia tersebut dirangkum. Selengkapnya kunjungi kanal YouTube Indische Party. Sikaaattt!!!

Foto: Dokumentasi Indische Party



    0 Comments

Latest News