Josh Homme: ‘Ginger Elvis’ dari Gurun Pasir

  • By: NND
  • Selasa, 12 March 2019
  • 520 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Terlahir dengan nama Joshua Michael Homme, ia adalah seorang gitaris, vokalis, multi-instrumentalis, dan penulis lagu yang dikenal membesut Queens of the Stone Age dan Them Crooked Vultures. Josh juga merupakan suami dari Brody Dale, vokalis dari band punk The Distillers.

Permainan gitar yang revolusioner dan attitude tajam adalah resep yang berhasil mengangkatnya menjadi rockstar abad 21.

Josh atau Ginger Elvis, sebagaimana ia sering dipanggil, gemar berkolaborasi dengan sejumlah musisi lain. Namun, tidak sekedar bermain musik, dia juga kerap menulis lagu, bahkan tak jarang juga dia maju menjadi produser. Paket yang lengkap, kan?

Lahir di Pinggir Gurun Pasir

Besar di daerah Palm Desert, California, Josh sudah bermusik dari usia dini. Pada saat dia menginjak usia 9 tahun, dia mendapatkan gitar electrik pertamanya, untuk kemudian mengambil les musik polka di tahun berikutnya.

Josh bermain untuk band pertamanya, Autocracy di umur 12 tahun. Dua tahun kemudian, dia mendirikan band heavy metal yang terpengaruh oleh punk rock dan Black Sabbath. Band inilah yang akan dikenal sebagai Kyuss.

Band ini didirikan oleh Josh, John Garcia, Chris Cockrell dan Brant Bjork dengan nama Katzenjammer. Namun, mereka kerap menggonta-ganti nama, bahkan sempat menggunakan nama Sons of Kyuss.

Tak butuh waktu lama, mereka berhasil merilis sebuah EP self-titled dan memendekkan nama menjadi Kyuss. Nama Kyuss mulai digunakan ketika masuk tahun 1990, di saat ini pula bassis Chris Cockrell digantikan oleh Nick Oliveri.

Pada medio 90-an, Kyuss berhasil menarik sejumlah pendengar lokal yang setia di kancah bawah tanah Palm Desert. Panggung awal Kyuss banyak dilakukan dengan cara "generator parties", di mana mereka pergi ke tengah gurun pasir dan mencolok instrumen ke generator diesel untuk melangsungkan gigs tanpa izin.

Kyuss, yang sering berkelahi dengan band-band lain di belakang panggung tiap berkunjung ke kota-kota lain di Los Angeles, menjadi terkenal berkat sound down-tuned, berat, sekaligus groovy. Ketenaran lokal berhasil mendaratkan mereka ke telinga Chris Gross, yang kemudian menjadi mentor mereka.

Melalui Gross, Kyuss pun berhasil mendapatkan kontrak. Josh yang kala itu masih berumur dibawah 18 tahun, menyertakan orang tuanya untuk menandatangani kontrak tersebut. Kedepannya, Kyuss melahirkan tiga buah album yang menjadi katalis bagi perkembangan musik stoner dan dessert rock pada era tersebut.

Lembaran kisah Josh dengan Kyuss berakhir saat mereka membubarkan diri di tahun 1996. Meski 14 tahun kemudian Kyuss kembali dengan nama baru, Josh tidak pernah ikut mengambil peran di dalamnya.

Sang "Ginger Elvis" yang Genius

Seperginya dari Kyuss, Josh sempat menjadi gitaris tur band Mark Lanegan, yaitu The Screaming Trees, tapi ia tidak mengisi posisi tersebut dalam waktu lama. Pada tahun yang sama dengan bubarnya Kyuss, Josh mendirikan Gamma Ray, yang pada tahun 1997 berubah menjadi yang kita kenal sebagai Queens of the Stone Age.

EP pertama mereka adalah split berjudul Kyuss/Queens of the Stone Age merupakan kompilasi berisi masing-masing tiga lagu. Setahun berikutnya, barulah album debut Queens of the Stone Age dirilis.

QotSA kerap mengalami pergantian anggota pada hampir setiap rilisannya, hanyalah Josh yang tidak pernah diganti. Banyak nama-nama besar yang pernah berkontribusi untuk QotSA, seperti Nick Oliveri, Mark Lanegan, dan Dave Grohl.

Hingga sekarang, QotSA telah menelurkan tujuh album. Di selang kesibukannya dengan QotSA sepanjang tahun-tahun tersebut, Josh juga menyempatkan untuk bekerja dalam proyek-proyek lain, misalnya bermain drum untuk Eagles of Death Metal (EoDM), dan menyusun sesi rekaman Dessert Session.

Tak jarang juga Josh menjadi produser bagi musisi ternama lainnya, seperti Artic Monkeys dengan album Humbug dan AM, serta album Iggy Pop, Post Pop Depression.

Selain itu, dia juga personel supergroup yang terdiri dari dua musisi besar lainnya, Dave Grohl dari Nirvana/Foo Fighters, dan John Paul Jones dari Led Zeppelin. Supergroup ini bernama Them Crooked Vultures, yang sudah menghasilkan satu album di tahun 2009.

Meski sering terlibat dalam permasalahan hukum karena kelakuannya yang terkadang kelewat batas, Ginger Elvis, adalah seorang musisi handal yang karya-karyanya tersebar. Josh memberkati kita semua dengan warna baru melalui Kyuss, serta terus mengejutkan kita dengan rilisan-rilisan QotSA sepanjang tahunnya.

Jika kalian dengarkan sesi-sesi rekaman lainnya, konten-konten yang disajikan oleh Josh tidak kalah menariknya. Percayalah, masih ada Elvis di dunia ini, dan dia adalah si Ginger Elvis dengan gitarnya dari gurun pasir.



    0 Comments

Latest News

1  Chino Moreno: The Voice of Alternative Metal
Chino Moreno: The Voice of Alternative Metal

Camilo Wong Moreno; atau yang biasa dikenal sebagai Chino Moreno, merupakan seorang...