Universal Audio Apollo Twin, Audio Interface Jempolan

  • By: Agung Hellfrog
  • Jumat, 31 August 2018
  • 1769 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bagi para audiophile, nama Universal Audio adalah salah satu nama yang tidak perlu dikenalkan. Perusahaan yang sudah berkutat dalam industri rekaman sejak akhir 50-an ini memang sudah lama hadir di kalangan para sound engineer dengan track record yang baik.

Tidak hanya dalam dunia analog recording, Universal Audio juga menancapkan giginya dalam dunia digital recording hingga saat ini melalui produk UAD-2 plugins dan DSP Accelerator.  Tidak seperti plugins lain yang ada di market, plugins keluaran Universal Audio ini membutuhkan sebuah DSP Accelerator untuk dapat berfungsi. Yang membuat DSP Accelerator sukses di pasaran adalah karena benda ini mampu menghadirkan kualitas suara hardware analog ke dalam plugins-plugins keluaran Universal Audio.

Setelah sukses dengan UAD-2 Plugins dan DSP Accelerator, Universal Audio akhirnya mengeluarkan audio interface pada tahun 2012 dengan nama Apollo, yang memang menghadirkan kualitas AD/DA conversion yang sangat baik, lengkap dengan DSP Accelerator yang sudah built-in dalam benda tersebut.

Setelah Apollo sukses di pasaran, mulailah bermunculan market demand yang baru, yaitu versi kecil dari Apollo untuk kebutuhan mobilitas yang lebih tinggi. Akhirnya pada tahun 2014, Universal Audio menjawab permintaan pasar dengan mengeluarkan seri Apollo Twin, seri dengan wujud yang lebih kecil dan desktop friendly. Seri Apollo Twin ini hadir dengan fitur dua input TRS/Line yang digabungkan, dan juga panel jack ¼ untuk Hi-Z input (yang diperuntukan untuk gitar dan bass) pada panel depannya.

Perbedaan dari seri sebelumnya tidak hanya terbatas pada desain yang lebih kecil saja, karena di seri ini Universal Audio untuk pertama kalinya menghadirkan fitur baru: Unison Microphone Technology, yang berfungsi sebagai modeler untuk mengemulasi preamp dari classic vintage microphone.

The Apollo Twin

Meskipun mempunyai ukuran sekitar 6 inch untuk panjang dan lebarnya (di mana ini lebih besar dari ukuran soundcard ‘desktop’ pada umumnya), tetapi benda ini memang masih layak disebut sebagai “portable”. Dari “look” dan “feel”-nya kita akan langsung melihat benda ini sebagai benda yang berkualitas.

Apollo twin disinyalir menggunakan blueprint yang sama dengan versi raknya, dan Universal Audio sendiri mengklaim benda ini sebagai best-sounding desktop interface yang ada di market saat ini. Secara sound benda ini memang menghasilkan kualitas audio yang sangat baik, tetapi di samping desain yang kokoh dan kualitas audio yang baik, benda ini membutuhkan sebuah power supply (adaptor) untuk dapat hidup. Fitur lain yang terdapat dalam benda ini adalah high-pass filter, phantom power, polarity reversal, dan stereo linking.

The Unison Preamp

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, salah satu fitur yang paling membedakan seri ini dengan seri-seri sebelumnya adalah adanya teknologi preamp baru keluaran Universal Audio yang bernama Unison. Jika teman-teman masih bingung akan fungsi preamp, sebenarnya preamp ini berfungsi untuk memberikan warna tambahan kepada sound yang akan kita rekam. Mungkin tidak akan terlalu terdengar bagi orang awam, tapi untuk audiophile ataupun mixing engineer hal tersebut akan sangat membantu sekali terutama dalam proses mixing dan hasil mastering nantinya.

Kesimpulan

Impresif, mungkin itu kata yang tepat untuk menyimpulkan seri Apollo Twin ini. Karena benda ini mampu menyamai spesifikasi yang ada dalam versi rack-nya (Apollo). Meskipun dari segi penggunaan benda ini akan lebih optimal jika digunakan oleh advance user, tapi memang benda ini layak disebut sebagai desktop audio interface yang ada di pasar.

Foto: uaudio.com, digitalrecordingarts.com



    0 Comments

Latest News

1  Boss SY-300: Mengubah Rasa Gitar Menjadi Synthesizer
Boss SY-300: Mengubah Rasa Gitar Menjadi Synthesizer

Sebelum menulis lebih jauh, saya punya satu pertanyaan untuk para gitaris: Pernahkah kita...