Sound Bass di Musik Metal: Clean + Distortion

  • By: Agung Hellfrog
  • Senin, 31 December 2018
  • 622 Views
  • 0 Likes
  • 6 Shares

Dalam pandangan saya pribadi, peran seorang bassis dan instrumennya dalam musik metal ibarat semen yang merekatkan semua batu bata dalam sebuah bangunan. Mungkin agak sedikit aneh untuk menganalogikan arsitektur ke dalam musik, tapi seperti itulah yang saya rasakan. Tanpa “perekat” yang kuat, sebuah bangunan tidak akan kokoh dan bisa rubuh, demikian juga dengan musik. Tanpa pondasi yang kuat (drum dan bass yang solid), sebuah musik bisa terdengar seolah kehilangan power-nya.

Di musik metal, umumnya sebuah musik dibangun berdasarkan riff gitar atau beat drum, dan peran seorang bassis di sini adalah seseorang yang men-support kedua hal tersebut. Adalah hal yang umum jika seorang bassis bermain dengan mengikuti beat drum yang ada dalam sebuah musik, tapi untuk beberapa kasus di musik metal, seorang bassis akan menemukan situasi di mana sang drummer melakukan sebuah beat ekstrem yang sangat rumit untuk diikuti. Dan saat itulah umumnya seorang bassis akan ikut bermain riff yang dimainkan oleh sang gitaris.

Riff is king

Sebuah riff adalah acuan terbesar saat bermain musik metal. Kita akan cenderung untuk tidak ingin memainkan sesuatu yang terlalu jauh dari riff. Adalah sebuah hal yang sering dilakukan dalam musik metal saat di mana instrumen bersenar (gitar dan bass) memainkan hal yang sama, yaitu riff dari lagu tersebut. Dengan adanya seorang bassis di sana, sebuah riff yang kompleks akan tetap terdengar “nyambung” meskipun dipadukan dengan beat drum yang rumit maupun aneh.

Sebagai additional guitarist

Jika teman-teman perhatikan lagu-lagu Iron Maiden, Megadeth, Metallica atau band-band metal lainnya, akan sering ditemukan saat di mana sang gitaris berduet untuk memainkan sebuah harmoni. Contoh paling umum adalah potongan dari lagu “Master of Puppet” milik Metallica, atau intro dari lagu “Power” milik Helloween. Mungkin untuk keperluan rekaman, hal itu bukan menjadi masalah karena kita bisa merekam part rhythm-nya secara terpisah. Namun untuk keperluan live performance, pertanyaannya adalah siapa yang akan mengisi sound rhythm saat part tersebut.

Yap, jawabannya adalah bassis. Hal ini adalah salah satu alasan kenapa sound bass dalam musik metal/rock sering menggunakan sound yang lebih terdistorsi dibanding sound bass untuk musik lain. Contoh paling dekat adalah rekan satu band saya di Burgerkill, Ramdan, yang juga melakukan hal tersebut. Ramdan adalah salah satu “secret recipe” yang membuat sound Burgerkill menjadi heavy. Atau ada juga contoh lain seperti bassis dari Alone At last yang melakukan hal yang sama karena saat ini band tersebut menggunakan satu gitaris.

Clean + Distortion

Memadukan dua sound antara sound clean dan distorsi bisa dibilang merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh bassis musik metal. Salah satu alasannya adalah seperti yang sebelumnya disebutkan di atas, alasan lainnya adalah karena hal ini yang akan membuat sebuah riff dalam sebuah lagu terdengar lebih heavy. Seringkali, saat kita (gitaris) menginginkan sound yang heavy dalam membuat sebuah musik, kita akan langsung setting sound kita dengan mengumbar frekuensi low dari instrumen yang kita mainkan, dan hasilnya adalah sound yang kurang jelas bahkan menggangu.

Dalam sebuah komposisi/lagu, sebuah instrumen sudah memiliki frekuensinya masing-masing untuk mengisi tempatnya masing-masing, dari rentang frekuensi yang bisa didengar oleh manusia, yaitu 20-20.000 Hz. Jika kita mendistorsi frekuensi di bawah 100 Hz, bunyi yang dihasilkan akan kurang menyenangkan (silakan coba sendiri). Hal inilah yang akhirnya membuat seorang bassis memadukan dua buah sound; clean dan distorsi. Karena dalam sebuah musik metal sekarang ini sebuah band tetap membutuhkan frekuensi low yang jernih, yang didapatkan dari sound clean si bass, tapi juga tetap membutuhkan support di frekuensi 200 hz ke atas untuk beberapa kasus yang saya sebutkan sebelumnya.

Sering tidak terdengar tapi krusial

Jika kita pernah mendengar ada yang bilang “Sound bass-nya gak kedengeran,” mungkin yang harus kita teliti pertama kali adalah speaker seperti apa yang digunakan, karena jika ada teman-teman yang sedikit mengerti tentang mixing engineering, teman-teman akan mengetahui jika channel bass akan cenderung memiliki level yang lebih tinggi dibandingkan gitar. Untuk musik rock/metal, seorang bassis memang berperan untuk men-support keseluruhan musik, dan jika membicarakan peranan seorang bassis di sebuah musik, khususnya musik metal, peranan mereka adalah sangat krusial dan absolut.



    0 Comments

Latest News

1  Sound Bass di Musik Metal: Clean + Distortion
Sound Bass di Musik Metal: Clean + Distortion

Dalam pandangan saya pribadi, peran seorang bassis dan instrumennya dalam musik metal ibarat semen...