Membedah Fanned Fret Guitar

  • By: Agung Hellfrog
  • Rabu, 21 November 2018
  • 1645 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pernah lihat gitar dengan bentuk fret yang miring-miring? Jika kalian pernah bertanya ke seseorang tentang fret yang miring tersebut, akan ada yang menjawab itu sebagai fanned Fret, atau multiscale fret. Pertanyaan selanjutnya pastinya: apa sih multiscale atau fanned fret?

Multiscale atau fanned fret gitar adalah konsep di mana setiap string-nya mempunyai panjang scale yang berbeda satu sama lain. Untuk belum tahu, scale pada gitar adalah jarak antara nut gitar dan bridge. Di multiscale atau fanned fret, kita akan mempunyai scale yang lebih panjang setiap senar yang lebih rendah.

Banyak yang berpendapat jika fitur multiscale ini memiliki playability dan tone yang lebih baik ketimbang gitar dengan fretboard konvensional.

Konsep multiscale instrument sebenernya sudah umum digunakan pada banyak instrumen musik lainnya, sepert piano, harpa, dll. Saat konsep ini diterapkan pada instrumen yang menggunakan fret (seperti gitar), akan terjadi beberapa perubahan bentuk, yang sekarang lebih banyak dikenal sebagai Fan Fret.

Menurut  berbagai sumber, konsep multiscale ini pertama muncul sekitar abad 16 pada alat musik bernama Orpharion dan Bandora. Baru akhirnya pada tahun 1900-an konsep multiscale ini diterapkan pada gitar modern.

Pada umumnya, scale yang digunakan oleh gitar-gitar umumnya antara 25.5 inch, meskipun ada juga yang menggunakan scale yang lebih pendek atau lebih panjang. Apa bedanya? Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah: apa benefit dari menggunakan scale panjang/ pendek pada gitar?

Berikut akan kita bahas beberapa pro dan kontra, baik itu menggunakan scale yang pendek atau pun panjang.

1. Scale yang lebih pendek

Pro:

-String tension lebih berkurang

-Lebih mudah di-bending

-High string bersuara lebih smooth

-Jari akan lebih mudah untuk melakukan posisi-posisi yang memerlukan stretch

Kontra:

-Akan membutuhkan senar yang lebih tebal jika ingin down tuning

-Terkadang frekuensi low-end terdengar muddy atau tidak jelas

-Sering memerlukan setting intonasi saat down tunning

2. Scale yang lebih panjang

Pro:

-Low string akan bersuara lebih clear dan tight

-Intonasi yang lebih baik pada low string

-Karena tensi senarnya bertambah, maka user bisa menggunakan senar yang lebih kecil

-Saat bermain di fret-fret tinggi akan lebih banyak ruang (karena jarak antar fretnya cenderung lebih lebar)

Kontra:

-String tension akan lebih berat

-Lebih sulit untuk bending

-High string bisa bersuara terlalu bright

-Akan lebih sulit melakukan hand stretching

Beberapa poin di atas adalah pro dan kontra menggunakannya, baik itu gitar dengan scale pendek ataupun panjang. Bagaimana dengan multiscale? Teman-teman pasti sudah menebak jika multiscale menggabungkan benefit dari kedua scale tersebut. Yup, it does. Berikut adalah beberapa uraiannya:

Multiscale Fret

Pro:

-String tension pada senar tinggi akan lebih kecil sehingga lebih mudah untuk bending

-Karena scale pada senar rendah lebih panjang, maka string tension-nya juga akan lebih besar sehingga kita tetap bisa menggunakan senar yang lebih kecil

-Karena scale di senar tinggi lebih pendek, maka otomatis akan bersuara lebih smooth

-Pada lower string-nya juga akan mempunyai intonasi yang lebih baik, dan juga bersuara lebih tight dan jelas

Meskipun terlihat menjawab semua problem yang ada di kedua jenis scale, tetapi multiscale ini tetap memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

-Beberapa bentuk chord akan lebih sulit dimainkan

-Akan perlu penyesuaian dalam memainkannya

-Opsi yang terbatas, karena belum banyak pabrikan gitar yang memakai konsep ini, otomatis kita akan lebih sulit untuk mencari varian produk, spare part dan tempat servis-nya

Meski pada awalnya gitar jenis ini sulit untuk didapatkan, tapi seiring waktu, saat ini sudah banyak pabrikan yang mengeluarkan produk gitar yang menggunakan multiscale, seperti Kiesel, Strandberg, Axe Factory, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Multiscale ini bisa dibilang salah satu terobosan yang akan banyak kita jumpai di gitar-gitar modern nantinya, karena semakin banyaknya gitaris yang ingin mengeksplor sound dan permainannya, salah satunya adalah menambah jumlah senar. Dan untuk mengatasi masalah yang muncul pada senar yang semakin banyak (intonasi dan clarity), multiscale fret merupakan salah satu solusinya. Salah satu gitaris yang identik dengan multiscale fret adalah Tosin Abasi (Animal As Leaders), atau ada juga gitaris dari Indonesia yang sering menggunakan multiscale fret, salah satunya adalah Balawan.

*Foto: guitarcenter.comguitar.co.uk



    0 Comments

Latest News

1  Fractal AX8: Multi Efek Digital Favorit
Fractal AX8: Multi Efek Digital Favorit

Tulisan ini tidak membahas sebuah alat yang paling update di tahun ini secara perilisan barangnya....